
Proyek Rehab gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Minahasa, yang berlokasi di Kelurahan Sasaran Kecamatan Tondano Utara menuai sorotan tajam dari kalangan masyarakat. Pasalnya, rehab kantor DPRD yang terdiri dari perbaikan atap, penggantian tagel dan pengecatan dinding yang berbandrol Rp 319.755.000, di duga dikerjakan secara asal-asalan.
Salah satu Generasi Muda Langowan Henly Monangin S.Th, kepada Langowan News kemarin mengatakan, untuk pergantian tagel di ruang diruangan fraksi-fraksi di nilai menghamburkan uang saja.
”Saya kira tagel yang berada di ruag fraksi belum pantas dig anti,arena kondisinya masih bagus” ujar Monangin. Hal yang sama dikatakan aktivis Pemuda Minahasa Mikson Mukuat, menurutnya proyek tersebut di anggap tak beres.
“Masa tagel lapis tagel, proyek ini tidak beres dan patut dipertanyakan apalagi di laksanakan di kantor Dewan yang merupakan penghuni para wakil rakyat yang punya fungsi mengawasi. Ini seperti tamparan bagi dewan, sedangkan di rumah sendiri tidak mampu di awasi apalagi proyek yang ada di luar,” sembur Mukuat.
Herson Walukow SH, salah satu anggota Dekab Minahasa ketika dimintai tanggapannya akan mengecek langsung proyek tersebut. “Kami akan mengecek dulu, kalau memang informasi ini benar, kontraktor harus mempertanggungjawabkan,” tandas Walukow.
Sementara itu, Sekertaris Dekab Minahasa Royke Kaloh SH sampai berita ini diturunkan belum berhasil dimintai tanggapannya di hubungi via ponselnya tidak di angkat-angkat.(KF/01)